Langsung ke konten utama

Periksalah Sejenak Saja

Semua terlihat baik-baik saja. Bahkan hanya segelintir yang mengetahui kebenarannya. Ketika aib ditutupi oleh Allah. Kau menjadi lebih terlihat "baik" didepan mereka. Namun dalam hati siapa yang tau rasamu saat ini. Jangan khawatir siapapun kamu saat ini, percayalah Allah masih punya pengampunannya. Harusnya kau bisa memanfaatkan perubahanmu ini. Tapi mengapa kau malah menjadi semakin buruk? Tidakkah cukup bagimu janji Allah. Dimana setiap kebaikan walau sebesar biji zarah akan Allah hitung. Begitupun masa lalu mu yang buruk. Mungkin kau terlalu menghinakan diri atas keadaanmu. Kau tau kan? Bahwa sahabat yang membawa kebaikan bagimu akan menjadi syafaat bagimu di akhirat. Bukankah kau punya mereka saat ini? Aku mengerti kau sangat merasa hina. Hingga diri kau jadikan budak pendosa. Tapi kau masih bisa berubah baik. Kau lihat bukan? Bahwa mereka yang dulu kau lihat biasa saja, sekarang sangat istimewa bagimu. Mereka hijrah dengan niat di hati. Bukankah dulu kau juga begitu? Lalu mengapa kau memilih jahannam untuk per"istirahatan"mu? Aku tau jauh dari segumpal daging disana kau masih memiliki nurani Islam sebagai agamamu.
Kau tahu,bukan? Bahwa setiap detikmu adalah kesempatan. Mau kau bawa seperti apa? Jangan sampai lelahmu tak bermanfaat untuk akhiratmu. Kau sangat istimewa. Kau mampu membuat bidadari syurga cemburu, jika kau tau kewajibanmu. Sudahlah, jangan takut. Ada aku... Kau percaya bukan?
Kamu yang seperti apa yang akan dicemburui oleh bidadari? Ya, nurani mu pasti menjawab. Karena semenjak kau di tempatkan di rahim malaikat tanpa sayapmu kau sudah Allah berikan kebenaran. Yang mana Allah letakkan pada sebongkah daging itu. Dan jika kau melawannya kau akan tau seperti apa hebatnya perlawanan daging itu. Kau tak akan bisa tidur semalaman mungkin, kau tidak nafsu makan, kau akan terlihat gelisah, kau akan sering berbohong, kau akan sangat pintar menutupi aibmu. Jika nurani mu kau bohongi.
Coba lihat mereka yang kau kagumi itu, sangat anggun, elok rupa, dan selalu terjaga. Bukankah itu mimpi mu dulu? Lalu sekarang kau seperti itu kah? Silahkan kau jawab.
Allah menciptakan cinta untuk semua makhluknya. Lalu Allah memintamu hanya untuk menjaga dan bersabar hingga Allah membalas sabarmu dengan kebahagian. Lalu kenapa kau tidak juga sabar?
Kau kurang syukur!!
Lihat lagi mereka yang menerima janji Rabb nya. Kau kagum bukan? Namun, apakah kau tahu seperti apa proses mereka hingga menerima hadiah besar itu? Mereka jatuh bangun, mereka yang bangun disepertiga malam, mereka yang harus menahan gejolak jiwa, mereka yang  rela di sakiti hanya untuk membela agamanya, mereka yang tiada henti bersujud dan berdoa, mereka yang dalam setiap nafasnya menyebut nama Allah. Kau ingin, tapi kau tak rela berkorban. Keinginan seperti apa itu? Simpan saja untuk menjadi dalih pembenaranmu nanti.
Aku hanya ingin bertanya. Sampai kapan kau seperti ini? Kau akan tertinggal oleh mereka yang bergegas.

#tafakur

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nano-nano Anisa Eiffelin

Semua berawal dari kita, kita yang menjadiknnya ada hingga saat ini. Aku tak pernah bisa menghapus semua tentangmu. Karna aku akan selalu menganggapmu ada meski tak lagi ada . Aku masih menunggu kau kembali, seperti janjimu 3 tahun silam.

Sederhana yang sulit

Wajar saja, jika kamu bersedih setelah kebiasaan-kebiasaan itu terasa asing. Setelah seseorang yang diajak berjuang. Tak lagi ingin menempuh tualang yang sama. Namun, ada atau tidak dia, hidupmu tetap harus berjalan seperti sedia kala. Kalimat ini memang terkesan seolah mudah sekali melakukannya. Meski pada kenyataannya –melakukan– tidak semudah membacanya. Namun, setidaknya hal-hal mudah di dunia ini harus dimulai dari pikiran lebih dulu. Kalau dalam pikiran saja, kamu selalu mempersulit diri. Maka yang lahir adalah kesulitan demi kesulitan yang berganti. – boycandra