Wajar saja, jika kamu bersedih setelah kebiasaan-kebiasaan itu terasa asing. Setelah seseorang yang diajak berjuang. Tak lagi ingin menempuh tualang yang sama. Namun, ada atau tidak dia, hidupmu tetap harus berjalan seperti sedia kala. Kalimat ini memang terkesan seolah mudah sekali melakukannya. Meski pada kenyataannya –melakukan– tidak semudah membacanya. Namun, setidaknya hal-hal mudah di dunia ini harus dimulai dari pikiran lebih dulu. Kalau dalam pikiran saja, kamu selalu mempersulit diri. Maka yang lahir adalah kesulitan demi kesulitan yang berganti. – boycandra
Sagudang cerita penuh makna "Eiffelin"

Komentar
Posting Komentar